Tema: Kapal Kertasku Tidak Mau Tenggelam — Murid kelas 2 menyelidiki mengapa ada benda yang mengapung dan ada yang tenggelam, membuat kapal kertas, menguji berapa koin yang bisa dibawanya, dan memodifikasi kapal agar bisa membawa lebih banyak.
Pertanyaan ini yang membingungkan sekaligus menakjubkan — dan menjadi titik awal seluruh penyelidikan ilmiah di kelas 2.
Murid kelas 2 pertama-tama menyelidiki benda-benda mana yang mengapung — termasuk kejutan bahwa kertas flat tenggelam tetapi kapal kertas mengapung. Mereka kemudian membuat kapal, menguji berapa koin yang bisa dibawanya, memahami mengapa kapal bisa mengapung, dan memodifikasi kapal agar ruang udara di dalamnya lebih banyak sehingga dapat membawa lebih banyak koin. Semua hasilnya dicatat dengan turus dan dibandingkan dalam tabel.
Di dalam kapal ada ruang kosong berisi udara. Udara sangat ringan — lebih ringan dari air. Itulah yang membuat kapal mengapung.
Ketika koin memenuhi kapal, berat total melebihi daya apungnya — kapal pun tenggelam. Semakin besar ruang udara, semakin banyak koin yang bisa ditampung.
Kapal yang tenggelam lebih cepat bukan "gagal" — itu adalah DATA. Tanya: berapa koin yang berhasil? Bagaimana agar bisa lebih banyak?
Di P4, hanya boleh mengubah SATU hal dari kapal — agar murid tahu persis hal mana yang membuat perbedaan.
Keempat disiplin bekerja bersama — dari menyelidiki sifat benda hingga mencatat data dengan turus.
Murid memasukkan koin satu per satu, menggambar satu turus untuk setiap koin, lalu menghitung total:
Tabel dua baris: kapal pertama vs. kapal modifikasi. Angka lebih besar = kapal lebih kuat.
Sebelum membuat kapal, murid menyelidiki dulu — menduga lebih dulu, baru menguji. Hasilnya sering mengejutkan!
Kertas flat → tenggelam. Kapal kertas (bahan yang sama!) → mengapung. Mengapa? Karena bentuk yang berbeda menjebak udara di dalamnya!
"Kalau kertas ini saya taruh di air, apa yang terjadi?" — Murid menjawab, kertas flat → tenggelam. Kemudian kapal kertas → mengapung! Guru belum menjelaskan mengapa. Simpan untuk P3.
Jika ruang udara yang membuat kapal mengapung, maka yang perlu diperbesar adalah ruang udara. Dua modifikasi ini melakukan persis itu.
Ketika sampai di langkah "lipat tepi ke atas", lipat lebih kecil dari biasanya. Dinding kapal menjadi lebih tinggi — ruang udara di dalam kapal lebih besar secara vertikal.
Gunakan kertas yang tidak dilipat menjadi dua sebelum mulai — gunakan lebar penuh A4. Kapal menjadi lebih lebar dengan alas yang lebih besar.
Aturan Satu Perubahan
Hanya boleh mengubah SATU hal dari kapal — tinggi dinding ATAU ukuran alas, tidak keduanya sekaligus. Cara melipat selebihnya harus persis sama dengan kapal pertama. Ini agar murid bisa mengidentifikasi dengan pasti: perubahan inilah yang membuat perbedaan.
Dari menguji benda-benda di air hingga kompetisi kapal terkuat — setiap pertemuan membangun pemahaman yang lebih dalam.
🎉 Filosofi Kompetisi
Kompetisi ini dirancang sebagai perayaan, bukan persaingan yang menghakimi. Setiap murid mendapat tepuk tangan — baik yang kapalnya bisa 3 koin maupun 15 koin. Yang terpenting: setiap murid dapat menyampaikan apa yang ia ubah dan mengapa ia mengubahnya.
Antisipasi dengan alas meja plastik/koran, handuk kecil di tiap meja, dan aturan sederhana yang disepakati bersama sebelum mulai.
Tanya: "Kapalmu bisa bawa berapa koin? Bagaimana agar bisa lebih banyak?" Bukan: "Salah. Seharusnya..."
Murid kelas 2 sudah bisa berdiskusi dalam kelompok kecil. Gunakan momen ini: biarkan mereka menduga dulu sebelum guru memberikan penjelasan.
Pencatatan turus adalah keterampilan yang sedang dibangun: "Tiap koin = satu garis. Setelah 5 garis, silang." Perlihatkan ini secara visual sebelum murid mulai mengisi LK.
LK 1–4 berfungsi sebagai portofolio proses — bukti belajar nyata yang dapat dibaca kembali. Asesmen utama adalah pengamatan guru selama kegiatan dan saat berbagi di P5.
Guru menyertakan "kartu tantangan rumah" sederhana: "Coba 5 benda di dapur — mana yang mengapung di baskom air?" — mendorong penyelidikan dilanjutkan di rumah bersama keluarga.
Satu baskom per kelompok (3–4 murid), diisi air 2/3 penuh sebelum pelajaran. Alas plastik/koran, lap tangan, dan koin jenis sama di semua meja — kondisi yang konsisten membuat perbandingan adil.
"Kapal yang tenggelam lebih cepat bukan berarti gagal — itu adalah data. Dan dari data itulah murid belajar apa yang perlu diperbaiki — dan mengapa."— Catatan Pendidik, Perencanaan STEM Kelas 2 · SDM01 Kukusan