Enam proyek pembelajaran STEM lintas kelas (Kelas 1–6) — dari ide hingga aksi nyata di SD Muhammadiyah 01 Kukusan.
Berdasarkan Panduan Pembelajaran STEM · Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP · Kemendikdasmen RI · 2025
Enam proyek STEM lintas kelas (Kelas 1–6) yang menghubungkan sains, teknologi, enjinering, dan matematika dengan permasalahan nyata di kehidupan sehari-hari siswa.
Murid mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap tanaman dan lingkungan sekolah, merancang mini greenhouse berbasis data cuaca, dan mengevaluasi solusinya secara ilmiah selama 7 pertemuan.
Buka Proyek Kelas 6Murid merancang sistem kebersihan kelas berbasis data observasi nyata, mengujinya, dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Sila ke-3 dan ke-5 Pancasila selama 5 pertemuan.
Buka Proyek Kelas 5Murid menyelidiki penyebab dan pola kebisingan kelas melalui data turus, mempelajari sifat bunyi melalui percobaan langsung, lalu merancang panel peredam dan kesepakatan kelas selama 6 pertemuan.
Buka Proyek Kelas 4Murid menyelidiki mengapa jus bisa tidak enak, mempelajari sifat bahan, belajar mengukur takaran dalam mililiter, lalu merancang dan menguji resep melalui dua iterasi percobaan yang hasilnya dicatat dalam data nyata.
Buka Proyek Kelas 3Murid menyelidiki mengapa benda bisa mengapung, membuat kapal kertas, menguji berapa koin yang bisa dibawanya dengan turus, lalu memodifikasi kapal agar ruang udara lebih besar — dua putaran percobaan nyata.
Buka Proyek Kelas 2Murid membuat pesawat kertas, mengukur jarak terbang dengan langkah kaki, membandingkan dua model berbeda, lalu mengubah satu bagian pesawat untuk melihat apakah hasilnya berubah.
Buka Proyek Kelas 1Setiap tingkat hadir dalam dua format yang berbeda. Pilih yang paling sesuai — atau gunakan keduanya.
Teks terstruktur yang bisa dibaca dengan kecepatan sendiri. Cocok untuk belajar mandiri, referensi saat merencanakan pembelajaran, atau dibaca ulang kapan pun dibutuhkan.
Slide interaktif untuk sesi pelatihan guru, workshop sekolah, atau dipelajari sendiri. Setiap slide dilengkapi catatan presenter sebagai panduan fasilitasi.
Pilih tingkat yang mencerminkan pengalamanmu, lalu pilih format yang paling cocok hari ini.
Untuk guru yang belum pernah atau baru pertama kali mengenal STEM. Konsep dibangun dari nol dengan bahasa sederhana, analogi, dan contoh konkret dari kelas nyata.
Penjelasan komprehensif tentang STEM dari nol: sejarah, definisi, karakteristik, dan cara pertama kali memulai. Dilengkapi contoh aktivitas PAUD dan SD yang bisa langsung diadaptasi.
Buka DokumenSlide visual untuk sesi pengenalan STEM — cocok untuk rapat guru atau workshop sekolah. Setiap slide dilengkapi catatan presenter dengan poin diskusi dan pertanyaan pemantik.
Buka PresentasiUntuk guru yang sudah memahami konsep dan siap merancang pembelajaran nyata — lengkap dengan alur perencanaan, model pembelajaran, pelaksanaan, dan asesmen autentik.
Panduan praktis 4 langkah perancangan dengan template, contoh analisis Capaian Pembelajaran, diagram alur praktik saintifik-enjinering, dan rubrik asesmen per tahap.
Buka DokumenSlide untuk workshop implementasi STEM di sekolah. Setiap slide dilengkapi catatan presenter berisi poin diskusi, pertanyaan pemantik, dan tips fasilitasi untuk pelatih.
Buka PresentasiUntuk guru berpengalaman yang ingin memperdalam — kemitraan strategis, integrasi transdisipliner, inklusi, kokurikuler, dan membangun komunitas belajar di sekolah.
Referensi komprehensif: kerangka kemitraan, panduan inklusi UDL, roadmap P5, dan checklist mandiri untuk merefleksikan dan mengembangkan praktik STEM yang sudah berjalan.
Buka DokumenSlide untuk sesi refleksi dan perencanaan strategis bersama tim guru. Memuat studi kasus, diskusi PLC, dan peta jalan pengembangan ekosistem STEM sekolah jangka panjang.
Buka Presentasi298 halaman Panduan STEM Kemendikdasmen dirangkum dalam tiga tingkat berjenjang.
STEM sejak 1990-an, data PISA 2022, Indonesia Emas 2045, proyeksi talenta digital 2030, dan mengapa setiap guru perlu terlibat.
Apa itu S-T-E-M masing-masing, evolusi definisi (NSF → Bybee → Kelley & Knowles), dan 3 karakteristik utama: penyelesaian masalah, praktik saintifik-enjinering, integrasi lintas disiplin.
STEM sebagai kerangka berpikir (semua guru), pendekatan terpadu/embedded (modul tematik), dan mata pelajaran mandiri. Cara memilih sesuai kondisi sekolah.
PjBL Lucas, PjBL STEM Laboy-Rush, Empat Tahap SEAMEO, PBL, dan Siklus 5E — perbandingan, kapan menggunakan masing-masing, dan contoh aktivitas.
Identifikasi masalah → analisis CP & integrasi → strategi praktik saintifik-enjinering → penyusunan rencana. Template komponen TP STEM dan manajemen alokasi waktu.
Observasi, rubrik, catatan anekdotal, penilaian kinerja, portofolio. Cara setiap guru mapel menilai kontribusinya tanpa keluar dari konteks proyek STEM.
Pendidik lintas mapel, dunia kerja/industri, masyarakat, LSM, perguruan tinggi, praktisi, orang tua — cara membangun, tantangan, dan solusi tiap jenis kemitraan.
Universal Design for Learning (UDL) untuk SLB & inklusi, P5 berbasis STEM, olimpiade dan STEM club, membangun Professional Learning Community, dan roadmap jangka panjang.
"Pembelajaran STEM bukan sekadar kumpulan pengetahuan, melainkan sebuah dampak nyata bagi murid — mampu menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata bagi dirinya, satuan pendidikan, dan komunitas."
— Panduan Pembelajaran STEM, BSKAP Kemendikdasmen 2025, hlm. 6