🎯 Misi menyelamatkan tumbuhan untuk keberlangsungan ekosistem yang lebih baik di masa depan
Proyek berbasis STEM terintegrasi yang mengajak murid kelas 6 memahami dampak perubahan iklim, merancang mini greenhouse, dan menyajikan data lingkungan secara ilmiah.
Informasi dasar perencanaan dan dimensi profil lulusan yang dikembangkan melalui proyek ini.
Konteks permasalahan nyata yang menjadi landasan proyek STEM ini.
Indonesia yang beriklim tropis kini mulai merasakan dampak nyata perubahan iklim global dengan mundurnya musim hujan hingga 20–30 hari di 63,8% wilayah (BMKG, 2023) serta kenaikan suhu rata-rata 0,8°C pada 2024, dengan tren peningkatan 1,02°C dalam 44 tahun terakhir (BMKG, 2024).
Kenaikan suhu ini mempercepat penguapan, menyebabkan tanah cepat kering, dan tanaman lebih mudah layu bahkan mati. Padahal, tanaman sangat penting sebagai sumber pangan, penghasil oksigen, dan penjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui proyek "Aksi Hijau Si Penyelamat Bumi", murid kelas 6 diajak untuk memahami bagaimana perubahan iklim berdampak pada tanaman dan lingkungan, merancang greenhouse, serta menganalisis data cuaca secara matematis.
Capaian yang ingin diraih murid melalui proyek ini, diintegrasikan dari dua mata pelajaran.
Menganalisis hubungan antarkomponen biotik (tanaman, hewan, manusia) dan abiotik (suhu, kelembaban, cahaya) serta pengaruhnya terhadap ekosistem.
Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data dalam bentuk gambar/piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi.
Murid mengamati, mencatat, dan mengidentifikasi komponen abiotik (suhu, cahaya, kelembaban) dan komponen biotik di lingkungan sekitar.
Murid menggunakan termometer, higrometer dan aplikasi cuaca digital (BMKG / Weather App) untuk mencatat data suhu dan kelembaban.
Murid merancang dan membuat purwarupa mini greenhouse mempertimbangkan bentuk kubah, rangka, material, serta struktur ventilasi.
Membaca & menyajikan data cuaca 30 hari (tabel & piktogram). Mencatat suhu & kelembaban, menyajikan dalam diagram batang, lalu menganalisis efektivitas greenhouse.
Praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan pemanfaatan digital dalam proyek.
Tujuh pertemuan terstruktur mengikuti model STEM Bybee 5E. Klik setiap pertemuan untuk detailnya.
🎯 Misi Berhasil: Murid dapat membedakan makhluk hidup & benda tak hidup serta menjelaskan dampak jika tidak ada komponen abiotik.
🎯 Misi Berhasil: Murid menyebutkan komponen abiotik yang dibutuhkan tumbuhan beserta perannya dan dampak kekurangan/kelebihan sinar matahari.
🎯 Misi Berhasil: Murid membuat piktogram suhu 30 hari dan menjelaskan hubungan antara pengaruh cuaca dengan kondisi tanaman.
🏡 Output: Setiap kelompok memiliki sketsa desain mini greenhouse yang telah direvisi beserta daftar alat & bahan untuk dibawa pertemuan berikutnya.
📏 Alat Ukur: Termometer digital / thermometer udara + Higrometer untuk mengukur suhu dan kelembaban di dalam & luar greenhouse.
📋 Laporan Akhir Memuat: Deskripsi desain dari perspektif individu · Data suhu & kelembaban · Analisis sebelum & sesudah revisi · Kesimpulan efektivitas · Rekomendasi terkait perubahan iklim.
🏆 Kriteria Penilaian Sumatif: Produk proyek · Pengolahan data · Analisis data · Penjelasan hubungan biotik-abiotik · Presentasi lisan · Refleksi pribadi.
Formatif per pertemuan dan sumatif terintegrasi pada pertemuan ke-7.
| Mata Pelajaran | Tujuan Pembelajaran | Pertemuan | Bentuk | Kegiatan Asesmen |
|---|---|---|---|---|
| 🔬 IPAS | Menganalisis hubungan antarkomponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem. | P1 | Formatif | Mengidentifikasi komponen biotik & abiotik serta dampak jika tidak ada komponen abiotik. |
| P2 | Formatif | Menuliskan komponen abiotik penting bagi tumbuhan, peran, serta dampak terhadap pertumbuhan tanaman. | ||
| P3 | Formatif | Menjelaskan pengaruh cuaca terhadap pertumbuhan tanaman (Tiket Keluar). | ||
| 📐 Matematika | Mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data dalam bentuk piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi. | P3 | Formatif | Menuliskan, mengelompokkan, dan menyajikan data cuaca 30 hari dalam tabel frekuensi & diagram gambar/piktogram. |
| P5 | Formatif | Menyajikan & menganalisis data pengukuran suhu & kelembaban pada tahap uji coba dalam diagram batang. | ||
| P6 | Formatif | Membandingkan, menganalisis, dan menyimpulkan keberhasilan greenhouse setelah revisi berdasarkan data pengukuran. | ||
| 🌿 IPAS + Matematika | Integrasi kedua mata pelajaran dalam proyek nyata berbasis data. | P7 | Sumatif | Presentasi & Laporan Proyek Akhir — Aksi Hijau Si Penyelamat Bumi (Produk + Presentasi + Refleksi). |
Empat aspek penilaian dengan skor 1–4 untuk asesmen sumatif pertemuan ke-7.
Menyajikan ≥2 tabel dan 1 diagram batang sesuai hasil pengukuran tanpa kesalahan perhitungan.
Menyajikan ≥1 tabel dan 1 diagram batang sesuai hasil pengukuran (≤2 kesalahan perhitungan).
Menyajikan tabel atau diagram batang tetapi data tidak konsisten dengan hasil pengukuran (>2 kesalahan).
Tidak menyajikan tabel/diagram atau data sepenuhnya salah.
Membandingkan minimal 2 variabel dengan benar dan menyimpulkan sesuai seluruh data yang disajikan.
Membandingkan minimal 2 variabel dengan benar dan menyimpulkan sesuai sebagian data.
Membandingkan data tetapi kesimpulan tidak sesuai atau kurang lengkap.
Tidak melakukan perbandingan atau kesimpulan sepenuhnya salah.
Menjelaskan hubungan ≥3 komponen biotik dan abiotik dengan contoh nyata dan dampaknya.
Menjelaskan hubungan ≥2 komponen biotik dan abiotik dengan contoh sederhana.
Menyebut ≥2 komponen tetapi tanpa hubungan yang jelas.
Menyebut <2 komponen atau hubungan tidak relevan.
Runtut (pembukaan, isi, penutup), suara jelas, durasi 5–7 menit, menggunakan media kreatif.
Penyampaian runtut, suara jelas, durasi sesuai, menggunakan media yang relevan.
Menyebut minimal 2 contoh nyata keterkaitan proyek dengan perubahan iklim dan 1 ide solusi.
Menyebut minimal 1 contoh nyata keterkaitan proyek dengan perubahan iklim.
Murid dikatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mencapai minimal kategori Cakap (skor 3 pada setiap indikator)
Strategi diferensiasi pasca asesmen untuk mendukung semua murid sesuai kategorinya.
"Pembelajaran STEM bukan sekadar kumpulan pengetahuan, melainkan sebuah dampak nyata bagi murid — mampu menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata bagi dirinya, satuan pendidikan, dan komunitas."
— Panduan Pembelajaran STEM, BSKAP Kemendikdasmen 2025