🏃 Gerak Dasar dalam Aktivitas Jasmani
Dalam PJOK, semua gerakan manusia dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama gerak dasar. Memahami klasifikasi ini penting karena setiap olahraga dan permainan merupakan kombinasi dari gerak-gerak dasar tersebut.
Tiga Jenis Gerak Dasar
- Gerak Lokomotor — gerak berpindah tempat. Contoh: berlari, berjalan, melompat, meloncat, berguling, merangkak, memanjat, dan meluncur. Dalam gobak sodor, pemain dominan menggunakan gerak lokomotor berupa berlari dan mengubah arah.
- Gerak Non-lokomotor — gerak di tempat tanpa berpindah. Contoh: membungkuk, memutar badan, menarik, mendorong, mengayun, meregang, dan berputar di poros.
- Gerak Manipulatif — gerak yang melibatkan benda/alat. Contoh: melempar, menangkap, menendang, memukul, menggiring bola, dan memantulkan bola.
Konsep Ruang, Arah, dan Waktu dalam Gerak
Setiap gerak terjadi dalam tiga dimensi konsep:
- Ruang (space) — area tempat gerak terjadi. Pemain perlu mengenali ruang kosong dan ruang yang tertutup lawan.
- Arah (direction) — ke mana gerak diarahkan: maju, mundur, menyamping, diagonal. Pemain yang cerdas memilih arah berdasarkan posisi lawan.
- Waktu (timing) — kapan melakukan gerak. Timing yang tepat membedakan gerakan efektif dan tidak efektif.
⚖️ Keseimbangan dan Koordinasi
Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan posisi tubuh agar tidak jatuh saat diam maupun bergerak. Keseimbangan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Titik tumpu (base of support) — semakin lebar tumpuan, semakin stabil. Berdiri dengan dua kaki lebih stabil dari satu kaki.
- Pusat gravitasi (center of gravity) — semakin rendah pusat gravitasi, semakin stabil tubuh. Itulah mengapa kuda-kuda dalam bela diri menggunakan posisi setengah jongkok.
- Arah pandangan mata — memandang ke satu titik tetap di depan sangat membantu menjaga keseimbangan. Ini adalah faktor kunci saat melakukan gerakan seperti sikap kapal terbang (berdiri satu kaki dengan tangan direntangkan).
- Kekuatan otot inti (core) — otot perut dan punggung yang kuat membantu menstabilkan tubuh.
Koordinasi adalah kemampuan menggerakkan beberapa bagian tubuh secara bersamaan dan terpadu. Contoh: saat menendang bola, kita harus mengkoordinasikan ayunan kaki, keseimbangan tubuh, dan pandangan mata secara bersamaan.
🔄 Transfer Keterampilan Gerak
Transfer keterampilan adalah kemampuan menerapkan keterampilan yang sudah dikuasai dari satu olahraga ke olahraga lain yang memiliki pola gerak serupa.
Prinsip Transfer
- Transfer positif — terjadi ketika keterampilan di satu olahraga membantu penguasaan olahraga lain. Contoh: pemain bulu tangkis yang pindah ke tenis meja dapat mentransfer keterampilan memegang raket dan timing pukulan karena pola geraknya serupa.
- Transfer negatif — terjadi ketika kebiasaan dari satu olahraga justru mengganggu di olahraga lain. Contoh: pemain bisbol yang terbiasa mengayun bat horizontal mungkin kesulitan bermain golf yang membutuhkan ayunan vertikal.
📐 Analisis Efisiensi Gerak (Biomekanika Dasar)
Dalam PJOK, kita belajar bahwa tidak semua cara bergerak sama efektifnya. Ada prinsip-prinsip dasar yang membuat gerakan lebih efisien dan menghasilkan tenaga lebih besar:
Prinsip Efisiensi Gerakan
- Gunakan seluruh tubuh — lemparan yang menggunakan langkah kaki + pinggul + bahu + lengan menghasilkan tenaga jauh lebih besar daripada hanya menggunakan lengan. Ini disebut kinetic chain (rantai kinetik).
- Sudut pelepasan — sudut optimal melempar untuk jarak terjauh adalah sekitar 45° dari horizontal.
- Ayunan (momentum) — gerakan awalan atau ancang-ancang memberikan momentum tambahan. Semakin panjang ayunan, semakin besar tenaga yang dihasilkan.
- Tumpuan yang kuat — kaki yang kokoh sebagai tumpuan memungkinkan transfer tenaga dari bawah ke atas secara optimal.
🧠 Adaptasi Gerak dan Pengambilan Keputusan
Dalam situasi permainan yang nyata, pemain tidak bisa hanya menguasai satu teknik. Mereka harus mampu memilih teknik yang tepat berdasarkan situasi yang berubah-ubah.
Contoh Adaptasi dalam Permainan
- Sepak bola: Jika ruang di depan tertutup lawan, pemain harus mengubah arah ke sisi yang terbuka, bukan memaksa maju lurus. Menggiring bola ke ruang kosong lebih efektif daripada menendang tanpa arah.
- Basket: Jika dijaga ketat saat menggiring bola, pemain perlu memutuskan apakah mengoper, membuang bola, atau melakukan screen.
- Bola voli: Jika bola datang rendah, pemain beralih dari passing atas ke passing bawah.
🎭 Permainan Tradisional Indonesia
Permainan tradisional tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga melatih berbagai keterampilan gerak dasar secara alami dan menyenangkan.
| Permainan | Gerak Dominan | Keterampilan yang Dilatih |
|---|---|---|
| Gobak Sodor | Berlari + mengubah arah (lokomotor) | Kelincahan, kecepatan, strategi tim |
| Lompat Tali | Melompat (lokomotor) | Daya tahan, koordinasi, timing |
| Engklek | Meloncat satu kaki (lokomotor) | Keseimbangan, kekuatan kaki |
| Bentengan | Berlari + mengejar (lokomotor) | Kecepatan, strategi, kerja sama |
| Kasti | Memukul + berlari (manipulatif + lokomotor) | Koordinasi mata-tangan, kecepatan |
⚔️ Strategi dalam Permainan Beregu
Permainan beregu bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga bagaimana sebuah tim bekerja sama untuk mencapai tujuan. Ada beberapa aspek penting dalam strategi tim:
Evaluasi dan Perbaikan Strategi
Tim yang baik selalu mengevaluasi permainan mereka. Jika terjadi masalah — misalnya tim sering kehilangan bola karena pemain terlalu individualis — maka strategi harus diperbaiki. Solusinya biasanya adalah:
- Meningkatkan operan (passing) — pemain harus lebih sering mengoper bola daripada bermain sendiri
- Komunikasi — memanggil teman yang ada di posisi terbuka
- Formasi — mengatur posisi pemain agar tersebar merata di lapangan
Formasi dan Peran Pemain
Dalam olahraga beregu, setiap pemain memiliki posisi dan peran berbeda:
- Penyerang (striker/forward) — bertugas mencetak gol/poin. Posisi dekat net/gawang lawan.
- Gelandang (midfielder) — penghubung antara pertahanan dan serangan.
- Bertahan (defender/back) — menjaga area pertahanan dari serangan lawan.
- Penjaga gawang (goalkeeper/keeper) — garis pertahanan terakhir.
📋 Klasifikasi Jenis Permainan
Semua permainan olahraga beregu dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan cara bermain dan tujuan permainannya:
Net = ada penghalang/jaring di tengah → Bola Voli, Bulu Tangkis
Fielding = "pukul dan lari" → Kasti, Bisbol
Target = arahkan ke sasaran → Bowling, Panahan
🤝 Sportivitas, Kerjasama & Peran dalam Tim
Sportivitas (Fair Play)
Sportivitas adalah sikap jujur, adil, dan menghormati lawan, wasit, serta peraturan dalam olahraga. Seorang pemain yang sportif:
- Menerima keputusan wasit dengan lapang dada, meskipun merasa dirugikan
- Mengakui keunggulan lawan ketika kalah
- Tidak mencurangi atau menyakiti lawan
- Memberi selamat kepada pemenang
- Bermain sesuai aturan, bukan mencari celah
Perilaku yang Mendukung Keberhasilan Kelompok
- Saling memberi semangat — motivasi positif meningkatkan performa seluruh tim
- Bekerja sama dalam strategi — mendiskusikan taktik dan menjalankan rencana bersama
- Komunikasi yang baik — memanggil, memberi kode, dan berkoordinasi di lapangan
- Menerima peran masing-masing — tidak semua orang harus jadi pencetak gol
Kepemimpinan dalam Tim
Seorang kapten atau pemimpin tim yang baik berperan sebagai mediator saat terjadi konflik. Ketika dua pemain saling menyalahkan, kapten seharusnya mengajak keduanya berdiskusi secara terbuka, bukan memihak salah satu atau melaporkan tanpa berbicara terlebih dahulu.
📏 Peraturan dan Peran Wasit
Mengapa Peraturan Diperlukan?
Tanpa peraturan, permainan akan kacau karena setiap pemain bisa punya pemahaman berbeda tentang aturan. Peraturan berfungsi agar:
- Permainan berjalan tertib dan adil untuk semua pihak
- Keselamatan pemain terjaga
- Ada standar yang sama untuk menentukan pemenang
- Konflik bisa diselesaikan dengan merujuk aturan yang jelas
Tugas Wasit dan Ofisial Pertandingan
- Wasit: menegakkan aturan permainan, memimpin jalannya pertandingan, memberi keputusan atas pelanggaran
- Pencatat skor: mencatat poin dan skor masing-masing tim
- Hakim garis: membantu wasit memantau batas lapangan
Catatan: tugas wasit/ofisial berbeda dari kapten tim (memimpin tim saat bermain) dan pelatih (melatih pemain di pinggir lapangan).
♿ Modifikasi Permainan untuk Inklusi dan Fair Play
Tidak semua situasi memungkinkan permainan berjalan dengan aturan standar. Dalam kondisi tertentu, peraturan perlu dimodifikasi agar permainan tetap adil, aman, dan bisa diikuti semua orang.
Kapan Perlu Modifikasi?
- Lapangan terlalu kecil/besar — sesuaikan jumlah pemain per tim agar tidak terlalu sesak atau terlalu longgar
- Jumlah pemain tidak merata — ubah aturan rotasi atau giliran
- Terdapat siswa berkebutuhan khusus — sesuaikan ukuran lapangan, aturan, dan cara bermain agar siswa tersebut bisa berpartisipasi secara adil
- Perbedaan kemampuan besar — beri handicap atau aturan khusus agar semua bisa menikmati
💪 Aktivitas Fisik dan Rekomendasinya
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang membutuhkan energi. Untuk anak usia sekolah dasar, aktivitas fisik sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan.
Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Anak SD
- Frekuensi: minimal 3–5 kali seminggu
- Durasi: minimal 60 menit per hari (bisa dibagi beberapa sesi)
- Jenis yang direkomendasikan: lari santai, berenang, bersepeda, bermain bola, senam, menari — aktivitas yang menyenangkan dan sesuai usia
- Jenis yang TIDAK direkomendasikan: angkat beban berat, latihan otot intensif yang belum sesuai untuk tulang dan otot anak yang masih berkembang
📵 Perilaku Sedenter (Kurang Gerak)
Perilaku sedenter adalah perilaku kurang gerak dengan pengeluaran energi sangat rendah. Ini bukan sekadar "malas" — ini adalah pola kebiasaan yang bisa berdampak serius pada kesehatan.
Contoh Perilaku Sedenter
- Menonton TV lebih dari 4 jam tanpa jeda aktivitas
- Bermain game/gadget berjam-jam tanpa bergerak
- Mengerjakan PR sambil duduk terus-menerus tanpa istirahat
- Menghabiskan 6+ jam di depan layar setiap hari
Dampak Jangka Panjang Perilaku Sedenter
- Obesitas — kelebihan berat badan karena kalori masuk lebih banyak dari yang dibakar
- Gangguan penglihatan — mata lelah karena terlalu lama menatap layar
- Otot melemah — otot tidak terlatih menjadi mudah lelah
- Risiko penyakit jantung — kurang gerak mempengaruhi kesehatan kardiovaskular
- Postur tubuh buruk — duduk terlalu lama menyebabkan bungkuk dan nyeri punggung
🫀 Aktivitas Aerobik vs Anaerobik
🏃 Aerobik
Definisi: Aktivitas berdurasi lama dengan intensitas sedang, menggunakan oksigen sebagai sumber energi utama.
Ciri: Bisa dilakukan >20 menit, napas teratur, detak jantung naik tapi masih bisa bicara.
Contoh: Lari marathon, jalan cepat, bersepeda santai, berenang, jogging, senam aerobik.
Melatih: Daya tahan jantung & paru-paru (kardiorespirasi).
🏋️ Anaerobik
Definisi: Aktivitas berdurasi singkat dengan intensitas tinggi, tidak bergantung pada oksigen.
Ciri: Dilakukan <2 menit, napas tersengal-sengal, tenaga maksimal.
Contoh: Angkat besi, lari sprint (100m), push-up cepat, lompat jauh.
Melatih: Kekuatan otot dan kecepatan.
Anaerobik = "cepat tapi sebentar" → angkat besi, sprint, push-up cepat
🏋️ Komponen Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing dilatih oleh jenis aktivitas berbeda:
| Komponen | Pengertian | Latihan |
|---|---|---|
| Daya Tahan Kardiorespirasi | Kemampuan jantung & paru bekerja dalam waktu lama | Lari jarak jauh, bersepeda, berenang |
| Kekuatan Otot | Kemampuan otot mengerahkan tenaga maksimal | Push-up, sit-up, angkat beban |
| Kelenturan/Fleksibilitas | Kemampuan sendi bergerak secara maksimal | Peregangan (stretching), yoga, senam |
| Kecepatan | Kemampuan bergerak dalam waktu singkat | Lari sprint, shuttle run |
| Kelincahan | Kemampuan mengubah arah dengan cepat | Lari zig-zag, gobak sodor |
| Keseimbangan | Kemampuan menjaga posisi tubuh | Berdiri satu kaki, senam lantai |
📊 Klasifikasi Intensitas Aktivitas
Aktivitas fisik dibedakan berdasarkan tingkat intensitasnya:
| Intensitas | Ciri-ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Ringan | Napas normal, masih bisa ngobrol santai, detak jantung sedikit naik | Jalan santai, peregangan, pekerjaan rumah ringan |
| Sedang | Napas agak cepat, bisa bicara tapi tak bisa bernyanyi, berkeringat | Jogging, bersepeda, berenang santai, senam |
| Berat | Napas tersengal, sulit bicara, berkeringat deras, detak jantung tinggi | Lari sprint, sepak bola intensif, skipping cepat |
🧠 Manfaat Olahraga: Fisik, Mental & Sosial
Manfaat olahraga tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga oleh pikiran dan kehidupan sosial.
Manfaat Fisik
- Memperkuat otot dan tulang
- Meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas)
- Menjaga berat badan ideal
- Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru
Manfaat Mental
- Mengurangi stres dan kecemasan — olahraga melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih baik
- Meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi
- Meningkatkan konsentrasi dan kemampuan belajar
- Meningkatkan kualitas tidur
Manfaat Sosial
- Mendapat teman baru dari klub olahraga atau kegiatan bersama
- Belajar bekerja sama dan bersosialisasi
- Mengembangkan jiwa kepemimpinan
- Belajar menerima kekalahan dan kemenangan
✅ Kebiasaan Sehari-hari: Mendukung atau Tidak?
| Kebiasaan | Mendukung / Tidak | Alasan |
|---|---|---|
| Tidur 8 jam setiap malam | ✅ Mendukung | Tidur cukup penting untuk pemulihan tubuh dan pertumbuhan |
| Olahraga rutin 3× seminggu | ✅ Mendukung | Memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimum |
| Jalan kaki ke sekolah | ✅ Mendukung | Aktivitas fisik ringan yang rutin |
| Makan fast food setiap hari | ❌ Tidak Mendukung | Tinggi lemak, gula, garam — meningkatkan risiko obesitas |
| Main game 6 jam tanpa jeda | ❌ Tidak Mendukung | Perilaku sedenter, merusak mata, kurang gerak |
| Kurang tidur (begadang) | ❌ Tidak Mendukung | Mengganggu pertumbuhan, konsentrasi, dan imunitas |
🥗 Zat Gizi dan Fungsinya
Tubuh manusia membutuhkan berbagai zat gizi dari makanan yang kita konsumsi. Setiap zat gizi memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.
Tiga Fungsi Utama Zat Gizi
| Fungsi | Zat Gizi | Sumber Makanan |
|---|---|---|
| Sumber Energi (bahan bakar tubuh) |
Karbohidrat, Lemak | Nasi, roti, mie, jagung, kentang, ubi, minyak, mentega |
| Zat Pembangun (membangun & memperbaiki sel) |
Protein | Daging ayam, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, susu |
| Zat Pengatur (mengatur fungsi tubuh) |
Vitamin, Mineral | Buah-buahan, sayur-sayuran, susu |
Pembangun = daging, telur, ikan (membentuk otot & sel baru)
Pengatur = buah, sayur (menjaga tubuh tetap berfungsi baik)
⚖️ Makronutrien vs Mikronutrien
Selain diklasifikasikan berdasarkan fungsi, zat gizi juga dibedakan berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh:
📦 Makronutrien
Dibutuhkan dalam jumlah BESAR
- Karbohidrat — sumber energi utama
- Protein — pembangun sel & otot
- Lemak — cadangan energi & pelindung organ
Diukur dalam gram (g). Tubuh butuh ratusan gram per hari.
💊 Mikronutrien
Dibutuhkan dalam jumlah KECIL
- Vitamin (A, B, C, D, E, K)
- Mineral (zat besi, kalsium, zinc)
Diukur dalam miligram (mg) atau mikrogram (μg). Sedikit tapi vital!
Vitamin C → Mikronutrien (butuh sedikit)
Zat Besi → Mikronutrien (butuh sedikit)
Protein → Makronutrien (butuh banyak)
🍽️ Panduan Gizi Seimbang: Isi Piringku
"Isi Piringku" adalah panduan resmi gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan Indonesia yang menggantikan konsep lama "4 Sehat 5 Sempurna". Panduan ini menunjukkan proporsi ideal makanan dalam satu piring.
Komposisi Isi Piringku
- Setengah piring (50%) berisi sayur dan buah — porsi sayur lebih banyak dari buah
- Seperempat piring (25%) berisi makanan pokok (karbohidrat): nasi, roti, mie, ubi
- Seperempat piring (25%) berisi lauk-pauk (protein): ikan, ayam, telur, tahu, tempe
- Minum air putih minimal 8 gelas per hari
🍌 Nutrisi Sebelum dan Sesudah Olahraga
Sebelum Olahraga (1–2 jam sebelumnya)
- Makan makanan tinggi karbohidrat kompleks sebagai sumber energi: nasi dengan lauk pauk, roti gandum, oatmeal
- Hindari makanan berat, pedas, atau terlalu manis yang bisa menyebabkan mual
- Minum air putih yang cukup
Sesudah Olahraga
- Protein untuk memperbaiki otot: telur, susu, daging, kacang
- Karbohidrat untuk mengembalikan energi
- Air putih untuk mengganti cairan yang hilang
💧 Pentingnya Hidrasi Saat Berolahraga
Saat berolahraga, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika tidak diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi yang berbahaya.
Mengapa Air Putih Lebih Baik?
- Air putih: mengganti cairan tubuh tanpa gula berlebih, tanpa kafein, mudah diserap tubuh
- Minuman bersoda: mengandung gula sangat tinggi, gas CO₂ yang membuat kembung, tidak efektif mengganti cairan
- Minuman berenergi: mengandung kafein dan gula berlebih, tidak cocok untuk anak-anak
Selama olahraga: minum sedikit-sedikit setiap 15–20 menit
Sesudah olahraga: minum hingga warna urine kembali jernih
🩹 Cedera Olahraga dan Pertolongan Pertama
Jenis Cedera Umum dalam Olahraga
| Jenis Cedera | Gejala | Penanganan |
|---|---|---|
| Keseleo (sprain) | Bengkak, nyeri saat digerakkan, memar di area sendi (biasanya pergelangan kaki) | Prinsip RICE |
| Memar (kontusi) | Area kulit membiru/keunguan, nyeri saat ditekan | Kompres dingin, istirahatkan |
| Kram otot | Otot mengencang tiba-tiba, nyeri tajam | Peregangan perlahan, minum air |
| Luka lecet | Kulit tergores, sedikit berdarah | Bersihkan dengan air, beri antiseptik |
| Patah tulang | Nyeri hebat, tidak bisa digerakkan, bentuk tidak normal | ⚠️ Segera ke dokter! Jangan digerakkan |
Klasifikasi Cedera: Pertolongan Pertama vs Bantuan Medis
✅ Bisa Ditangani Sendiri
- Luka lecet ringan
- Keseleo ringan (bengkak tapi masih bisa digerakkan sedikit)
- Memar ringan
- Kram otot
🏥 Perlu Bantuan Medis
- Patah tulang (terlihat atau dicurigai)
- Pendarahan yang tidak berhenti
- Cedera kepala dengan pusing/mual
- Sendi terkilir parah (tidak bisa digerakkan)
🧊 Prinsip RICE — Pertolongan Pertama Cedera Otot & Sendi
RICE adalah singkatan dari langkah-langkah pertolongan pertama pada cedera otot dan sendi. Ini adalah prinsip yang wajib diingat!
Yang Harus DIHINDARI Saat Cedera
- ❌ Memijat area bengkak dengan kuat — bisa memperparah peradangan dan pembengkakan
- ❌ Menggerakkan paksa bagian cedera — bisa menambah kerusakan jaringan
- ❌ Mengompres dengan air panas — panas memperlebar pembuluh darah sehingga bengkak makin parah
- ❌ Mengabaikan cedera dan terus bermain — bisa menyebabkan cedera permanen
❌ Tidak Tepat: Memijat kuat area bengkak, menggerakkan paksa, mengompres panas, terus bermain
⚕️ Kebiasaan Hidup dan Risiko Penyakit
Kebiasaan sehari-hari kita sangat mempengaruhi risiko terkena penyakit di kemudian hari.
| Kebiasaan | Dampak pada Risiko Penyakit |
|---|---|
| 🚬 Merokok aktif | ↑ MENINGKATKAN risiko — kanker paru, penyakit jantung, gangguan pernapasan |
| 😴 Kurang tidur / begadang | ↑ MENINGKATKAN risiko — daya tahan menurun, konsentrasi buruk, obesitas |
| 📱 Kurang gerak (sedenter) | ↑ MENINGKATKAN risiko — obesitas, penyakit jantung, diabetes |
| 🥗 Makan sayur setiap hari | ↓ MENURUNKAN risiko — mendapat vitamin, mineral, dan serat yang cukup |
| 🏃 Olahraga teratur | ↓ MENURUNKAN risiko — menjaga berat badan, jantung sehat, mental sehat |
| 😴 Tidur 8 jam per malam | ↓ MENURUNKAN risiko — pemulihan tubuh optimal, pertumbuhan baik |
📝 Ringkasan Poin Kunci untuk Ujian
Elemen 1 — Terampil Bergerak
- 3 gerak dasar: lokomotor (berpindah), non-lokomotor (di tempat), manipulatif (dengan benda)
- Keseimbangan paling dipengaruhi oleh pandangan mata ke depan
- Transfer keterampilan positif: pola gerak serupa antar olahraga (contoh: bulu tangkis → tenis meja)
- Lemparan dengan seluruh tubuh lebih efisien daripada hanya lengan
- Adaptasi gerak: pilih arah menuju ruang kosong, bukan memaksa ke area yang tertutup
Elemen 2 — Belajar Melalui Gerak
- Tim yang baik: saling semangat, kerja sama strategi, komunikasi
- Kapten sebagai mediator saat konflik
- Sportivitas: terima keputusan wasit dengan lapang dada
- Wasit: menegakkan aturan + mencatat skor
- 4 klasifikasi permainan: Invasi, Net, Fielding, Target
- Modifikasi untuk inklusi: sesuaikan aturan, bukan melarang bermain
Elemen 3 — Bergaya Hidup Aktif
- Aktivitas fisik minimal 3–5 kali seminggu, 60 menit/hari
- Aerobik = lama + sedang (jogging, renang). Anaerobik = singkat + berat (sprint, angkat besi)
- Lari jarak jauh melatih daya tahan jantung & paru
- Perilaku sedenter: >2 jam duduk tanpa gerak → risiko obesitas, gangguan penglihatan
- Manfaat mental: mengurangi stres, meningkatkan mood. Manfaat sosial: dapat teman baru
Elemen 4 — Memilih Hidup yang Menyehatkan
- 3 fungsi gizi: energi (karbohidrat) – pembangun (protein) – pengatur (vitamin/mineral)
- Makronutrien (butuh banyak): karbohidrat, protein, lemak. Mikronutrien (butuh sedikit): vitamin, mineral
- Isi Piringku: 50% sayur+buah, 25% karbohidrat, 25% protein + air putih
- RICE: Rest – Ice – Compression – Elevation
- JANGAN: memijat kuat area bengkak, menggerakkan paksa bagian cedera
- Air putih > minuman bersoda untuk mengganti cairan setelah olahraga